Oleh: aprawiro | Mei 8, 2009

Membuat FTP Server di Linux

Membuat FTP server di Windows? caranya sangat mudah, dapat menggunakan File Zilla Server, sebagai newbie user Linux saya share tentang membuat FTP server di Ubuntu, (karena distro Linux Ubuntu sekarang sedang naik daun dan semoga semakin berkembang khususnya untuk yg versi desktop sehingga nantinya dapat mengalahkan Win***s. , Halah kebanyakan basa basi, lets go straight the point.

1. Download dan Install Paket vsftpd, Klik System –> Administration –> Synaptic Package Manager –> Search vsftpd

2.Setelah paket nya ter install, kita setting FTP Server.

3.Buka terminal, vim /etc/vsftpd.conf

4.Setting FTP Server, hilangkan tanda # bila kita ingin mengaktifkan settingan tersebut (kelebihan dari open source selalu ada penjelasan nya untuk jenis-jenis settingan nya), kemudian save dengan menekan :wq

5.Restart vsftpd, /etc/init.d/vsftpd restart

6.Koneksi ke FTP Server, ftp ip_address_ftpserver_kita

7.Masukkan user ID dan password bila diminta.

8.Setelah terhubung dengan FTP Server, kita dapat menaruh file,edit,delete,dll. Untuk taruh file gunakan perintah put(spasi)nama file. untuk mengetahui perintah lainnya ketik help

9.Untuk FTP Client kita dapat menggunakan FileZilla.

Semoga tulisan yg singkat ini dapat bermanfaat.

Oleh: aprawiro | Mei 8, 2009

Membuat PC Router dengan Ubuntu

Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke WAN) sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain. Jenis router ada yang diproduksi oleh vendor tertentu (cisco, juniper, dst) atau yang dapat difungsikan menggunakan komputer (pc router).

PC (Personal Computer) Router adalah sebuah komputer yang berfungsi sebagai router. , PC Router dapat diterapkan dengan menggunakan spesifikasi minimal :
- Dua buah NIC
- OS *nix (BSD, Linux, Unix), OS Windows Server, Open Solaris, dst
Pada installasi kali ini, kita akan membuat PC Router dengan menggunakan OS Linux Ubuntu Desktop 7.04 Feisty Fawn. Go..goo…gooooo…. D
Data yang disini disesuaikan ajah .. wokeh ..
Konfigurasi

  1. Konfigurasi IP Address
    Untuk ip address internal kita akan menggunakan ip class B, sedangkan untuk eksternalnya kita akan menggunakan ip class C.

    • eth0 : IP Address 192.168.0.10 Netmask 255.255.255.0
    • eth1 : IP Address 10.0.0.1 Netmask 255.255.0.0
    • DNS Server : 127.0.0.1
    • Search Domains : perusahaan.com

    klo kesulitan cara tu ni ta Copy in dari punya mas Hanadi
    Untuk cara konfigurasinya yaitu bisa klik panel System->Administration->Network; lalu muncul untuk meminta password administrasi, maka masukan password user yang pertama kali dibuat. Pilih bagian eth0 (network eksternal) lalu klik “Properties” . Uncheck pilihan “Enable roaming mode” lalu ganti “Configuration” menjadi “Static IP Address“. Masukan :

    • IP address : 192.168.0.10
    • Subnet mask : 255.255.255.0
    • Gateway address : 192.168.0.1

    Lalu klik tombol “OK“.
    Pilih bagian eth1 (network internal) lalu klik “Properties” . Uncheck pilihan “Enable roaming mode” lalu ganti “Configuration” menjadi “Static IP Address“. Masukan :

    • IP address : 10.0.0.1
    • Subnet mask : 255.255.0.0
    • Gateway address :

    Lalu klik tombol “OK“.
    Gateway pada eth1 dikosongkan, karena router harus menentukan default gateway-nya. Sedangkan default gateway yang digunakan adalah yang melalui eth0.
    Lanjuttt …. Pilih tab “General“. Masukan :

    • Host name : router
    • Domain name : perusahaan.com

    Pilih tab “DNS
    Klik “Add” pada bagian “DNS Servers” lalu masukan IP Address dns servernya yaitu 127.0.0.1, tekan enter. Kita memasukan IP Address localhost (127.0.0.1) karena kita akan menggunakan DNS local untuk semua manajemennya.
    Klik “Add” pada bagian “Search domains” lalu masukan perusahaan.com, tekan enter
    Tekan tombol “Close” apabila konfigurasi sudah sesuai. Secara otomatis seharusnya IP Address sudah terkonfigurasi sendiri, apabila masih belum maka bisa direstart networknya atau restart aja komputernya -P **ngacir
    Setelah sudah sesuai konfigurasi networknya, lalu kita menuju tahap selanjutnya. Yaiituuuu … eng ing eng …. Ke tahap .. No. 2 D

  2. Konfigurasi IP Forward
    IP Forward adalah suatu system yang berfungsi untuk meneruskan atau mem-forward paket-paket dari suatu network ke network yang lain. Untuk mengkonfigurasinya, kita perlu mengubah modul kernel ip_forward menjadi enable. Oh iyah .. sebelumnya ubah password root dahulu agar tidak merepotkan kedepannya. Klik panel System->Administration->Users and Groups. Pilih login name “root“, lalu klik Properties. Dibagian “Password“, ubah :

    • User password : password_root
    • Confirmation : password_root

    Atau “Generate random password“, apabila ingin menggunakan password yang dibuat secara random. Lalu klik tombol “OK“.
    Untuk mengaktifkan IP Forward, kita dapat mengklik panel Applications->Accecories->Terminal Setelah muncul terminalnya, ketik perintah :

    • su -
    • Password : password_root

    Maka kita sudah masuk ke mode root, dengan ditandai oleh tanda “#” (tanda pagar). Lalu dilanjutkan dengan perintah berikut :

    • echo “net.ipv4.ip_forward=1″ >> /etc/sysctl.conf
    • sysctl -p /etc/sysctl.conf

    Apabila pada file /etc/systecl.conf sudah terdapat entry-an “net.ipv4.ip_forward=0“, maka ubah saja nilainya menjadi 1. Untuk mengubah nilainya dapat menggunakan editor “pico” atau “vi“. Untuk mengecek apakah IP Forward sudah diaktifkan pada PC, maka jalankan perintah berikut :

    • sysctl net.ipv4.ip_forward

    Apabila hasilnya adalah 1, maka IP Forward sudah di enable. Selanjutnya paket-paket yang dikirim oleh network sudah dapat diteruskan ke network yang lainnya.

  3. Konfigurasi IP Masquerade
    IP Masquerade adalah salah satu fasilitas di Linux yang memungkinkan komputer yang tidak memiliki nomor IP resmi (lokal) dapat tersambung ke internet melewati komputer Linux. Karena ubuntu sudah mengaktifkan layanan ini pada kernelnya, maka kita tinggal mengkonfigurasikan agar dapat memakai layanan ini. Buka terminal dengan cara yang sebelumnya, lalu jalankan perintah berikut :

    • iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.0.0/24 -d 0/0 -j MASQUERADE

    Untuk mengecek apakah IP Masquerade sudah diaktifkan pada PC, maka jalankan perintah berikut :

    • iptables -L -t nat

    Apabila hasilnya seperti ini

    ———- Cut ———-
    Chain POSTROUTING (policy ACCEPT)
    target prot opt source destination
    MASQUERADE 0 — 192.168.0.0/24 anywhere
    ———- Cut ———-

    Maka IP Masquerade sudah berhasil dijalankan. Karena konfigurasi IP Masquerade tidak bersifat permanen, maka disarankan untuk mengaplikasikan cara berikut :

    • pico /etc/init.d/iptables
      Isikan file tersebut dengan entry-an berikut:
#!/bin/sh
#
#This is a ubuntu adapted iptables script from gentoo
#(http://www.gentoo.org) which was originally distributed
# under the terms of the GNU General Public License v2
#and was Copyrighted 1999-2004 by the Gentoo Foundation
#
#This adapted version was intended for and ad-hoc personal
#situation and as such no warranty is provided. IPTABLES_SAVE=”/etc/default/iptables-rules”
SAVE_RESTORE_OPTIONS=”-c”
SAVE_ON_STOP=”yes”
checkrules() {
if [ ! -f ${IPTABLES_SAVE} ]
then
echo “Not starting iptables. First create some rules then run”
echo “\”/etc/init.d/iptables save\””
return 1
fi
}
save() {
echo “Saving iptables state”
/sbin/iptables-save ${SAVE_RESTORE_OPTIONS} > ${IPTABLES_SAVE}
}
start(){
checkrules || return 1
echo “Loading iptables state and starting firewall”
echo -n “Restoring iptables ruleset”
start-stop-daemon –start –quiet –exec /sbin/iptables-restore — ${SAVE_RESTORE_OPTIONS} &2
exit 1
;;
esac
exit 0
  • chmod +x /etc/init.d/iptables
  • sudo update-rc.d iptables start 37 S . stop 37 0 .
  • /etc/init.d/iptables save
Oleh: aprawiro | Mei 8, 2009

Membuat DHCP Server di Ubuntu

Sebelumnya disini diasumsikan bahwa dhcp server yang akan dibuat :

* Menggunakan interface eth0
* Range IP Addres nya : 192.168.0.100 to 192.168.0.200
* Subnet Mask: 255.255.255.0
* DNS Servers: 202.188.0.133, 202.188.1.5
* Domains: tm.net.my
* Gateway Address: 192.168.0.1

, Oke, sekarang langsung aja kita mulai!

BismillahirahmanirRahim,

* Pertama-tama install terlebih dahulu dhcp3-server melalui synaptic atau melalui command prompt dengan cara :

sudo apt-get install dhcp3-server

* Lalu kita akan melakukan perubahan pada file tersebut dengan menggunakan gedit, Tetapi sebelum di edit terlebih dahulu backup dulu file aslinya agar kalau rusak bisa dikembalikan ke default

sudo cp /etc/default/dhcp3-server /etc/default/dhcp3-server_backup
gksudo gedit /etc/default/dhcp3-server

* Selanjutnya temukan baris di bawah ini :

INTERFACES=””

lalu ganti baris di atas menjadi seperi baris di bawah ini :

INTERFACES=”eth0″

* Simpanlah file tersebut

* Selanjutnya kita akan melakukan perubahan pada file konfigurasinya, tetapi sebelumnya sperti di atas backup dahulu file tersebut

sudo cp /etc/dhcp3/dhcpd.conf /etc/dhcp3/dhcpd.conf_backup
gksudo gedit /etc/dhcp3/dhcpd.conf

* Temukan baris – baris di bawah ini

# option definitions common to all supported networks…
option domain-name “example.org”;
option domain-name-servers ns1.example.org, ns2.example.org;

default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;

lalu ganti baris-baris di atas menjadi seperi baris di bawah ini :

# option definitions common to all supported networks…
#option domain-name “example.org”;
#option domain-name-servers ns1.example.org, ns2.example.org;

#default-lease-time 600;
#max-lease-time 7200;

* Temukan lagi baris di bawah ini :

# A slightly different configuration for an internal subnet.
#subnet 10.5.5.0 netmask 255.255.255.224 {
# range 10.5.5.26 10.5.5.30;
# option domain-name-servers ns1.internal.example.org;
# option domain-name “internal.example.org”;
# option routers 10.5.5.1;
# option broadcast-address 10.5.5.31;
# default-lease-time 600;
# max-lease-time 7200;
#}

dan ganti baris di atas menjadi seperi baris di bawah ini :

# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.0.100 192.168.0.200;
option domain-name-servers 202.188.0.133, 202.188.1.5;
option domain-name “tm.net.my”;
option routers 192.168.0.1;
option broadcast-address 192.168.0.255;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}

* Simpan file yang telah diedit tersebut!

* Sekarang restart dhcp server dengan mengetikan perintah di bawah ini:

sudo /etc/init.d/dhcp3-server restart

Setelah kita berhasil melakukan semua hal di atas maka kita telah selesai membuat sebuah DHCP Server pada Hardy.

Oleh: aprawiro | Mei 8, 2009

Shortcut Boot Mac OSX

keyboardmouseicon.jpg

Tulisan kali ini terinspirasi dari masalah yang saya alami baru-baru ini. Mac Mini yang selama ini dijadikan sebuah file server di kantor mengalami infinity boot loop, dimana Mac OS X terus-terusan boot up dan kami sampai mual mendengar bunyi BOOONGGG!!! terus-terusan. Bagaimana caranya memperbaiki Mac OS X kalau kita tidak bisa log-in? Apple memberikan solusi dengan menekan tombol tertentu ketika Mac di nyalakan, yaitu…Tombol-tombol inilah yang akan menyelamatkan Mac OS X Anda dari bencana. Saya hanya mengetahui beberapa kombinasi tombol saja, ternyata di website Knowledge Base Apple ada daftar lengkapnya. Jadi, saya terjemahkan saja di sini. Anda diharuskan menekan tombol di bawah ini setelah menyalakan komputer.

Tekan Shift ketika ada animasi loading di bawah logo Apple untuk Mencegah log-in otomatis.

Tekan Shift setelah menekan tombol log-in di jendela log-in, untuk masuk tanpa mengaktifkan log-in items dan jendela Finder.

Tekan C setelah menyalakan komputer, untuk start up dari CD.

Tekan N setelah menyalakan komputer, untuk start up dari disk NetBoot. Saya belum pernah mencoba yang ini.

Tekan T setelah menyalakan komputer, untuk start up dalam Target Disk Mode. Berguna apabila Anda ingin membuka Mac lain dan memindahkan datanya.

Tekan Option setelah menyalakan komputer, untuk memilih disk start up, apabila Anda mempunya banyak disk, termasuk CD/DVD juga.

Tekan CommandX setelah menyalakan komputer, untuk start up ke Mac OS X daripada Mac OS 9, apabila ada di volume disk yang sama. Masih ada gak sih yang make Mac OS 9?

Tekan tombol mouse setelah menyalakan komputer, untuk memuntahkan CD yang ada di dalam Mac.

Tekan CommandOptionPR setelah menyalakan komputer, untuk untuk reset Parameter RAM (PRAM). Berguna apabila ada sesuatu masalah dengan Mac. Biasanya inilah yang dilakukan pertama kali ketika ada masalah berat dengan Mac.

Tekan CommandV setelah menyalakan komputer, untuk melihat perintah-perintah boot. Ingat Linux?

Tekan CommandS setelah menyalakan komputer, untuk start up di mode pengguna tunggal.

Tekan Shift setelah suara bong dan lepaskan ketika animasi loading yang beputar, untuk start up di Safe Mode. Butuh beberapa kali bagi saya untuk mencobanya. Berguna untuk troubleshooting masalah.

Yang menjadi masalah dengan Mac Mini saya dikarenakan banyaknya berkas yang corrupt. Jadi setelah Boot ke DVD Leopard, dan menjalankan check permision dan disk check. Mac Mini-nya sekarang bekerja dengan semangat lagi

« Tulisan Baru

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.